Laba 2010 ditargetkan Rp 3,63 triliun
Rencana PT Semen Gresik Tbk mengakuisisi PT Semen Baturaja terkatung-katung, menyusul kajian akuisisi antarperusahaan pelat merah tersebut yang belum juga tuntas.
Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan mengatakan pihaknya belum berencana mengakuisisi Semen Baturaja dalam waktu dekat, meskipun sebelumnya secara resmi telah menyatakan minat untuk membeli BUMN semen dengan kapasitas produksi 1,25 juta ton tersebut.
“Tidak ada itu [rencana akuisisi semen Baturaja]. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan kepada investor Relation,” tuturnya singkat kepada Bisnis, Kamis,
Di luar itum perseroan membidik akuisisi Cement Industries of Malaysia Berhad (CIMA) dengan alokasi dana Rp3 triliun-Rp5 triliun. Akuisisi pengusaha semen dengan pangsa pasar 18% di negeri jiran tersebut kemungkinan terealisasi pada 2011.
Head of Investor Relation Semen Gresik Agung Wiharto mengatakan akuisisi Semen Baturaja saat ini belum diagendakan karena masih menunggu studi kelayakan. Di luar itu, perseroan harus menunggu keputusan pemegang saham public.
“Studi masih berjalan sampai sekarang. Kementerian BUMN memang mendukung akuisisi Baturaja, tetapi kami juga harus memperhatikan keputusan pemegang saham dalam rapat umum nanti,” ujarnya.
Terkait dengan rancana akuisisi, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan pihaknya akan mengedepankan sumber pendanaan dari kas internal dan fasilitas kredit bank yang telah didapatkan senilai Rp2 triliun-Rp3 triliun.
“Total belanja modal tahun depan Rp4 triliun-Rp5 triliun. Kami pakai kas internal dan juga fasilitas kredit yang telah didapat senilai Rp2 triliun-Rp3 triliun,” kata Dwi.
Belanja modal, lanjutnya, akan digunakan untuk mendongkrak produksi semen perseroan, yang ditargetkan 20,5 juta ton pada 2011. Pabrik baru di Sulawesi berkapasitas 2,5 juta ton diharapkan selesai pada 2011 dan pabrik di Jawa berkapasitas produksi 2,5 juta ton ditargetkan selesai 2012.
Apabila kedua pabrik tersebut telah berproduksi, total kapasitas produksi perseroan akan meningkat lagi menjadi 24 juta ton.
Target laba
Pada kesempatan yang sama, Cholil mengatakan perseroan membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 10% menjadi Rp3,63 triliun pada akhir tahun ini dibandingkan dengan capaian pada akhir tahun lalu sebesar Rp3,33 triliun.
Target tersebut dipatok dengan asumsi produksi semen perseroan hingga akhir tahun ini bisa memenuhi target sebesar 19,5 juta ton, dengan pendapatan tumbuh 5% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp14,39 triliun menjadi Rp15,11 triliun.
Tahun lalu laba bersih Rp3,3 triliun, untuk tahun ini pertumbuhan 10% masih bisa dicapai, ini dengan mengasumsikan harga tidak berubah,” ujar Cholil.
Hingga akhir semester I/2010, Semen Gresik mencatat pendapatan Rp6,66 triliun, turun 1,5% dari periode yang sama 2009 sebesar Rp6,767 triliun. Penurunan itu terutama disebabkan oleh anjloknya penjualan semen 3,17% menjadi Rp5,578 triliun dari sebelumnya Rp5,761 triliun. Produksi semen pada paruh pertama 2010 baru mencapai 8,4 juta ton.
Terkait dengan belanja modal tahun depan Rp5 triliun, Dwi mengatakan pihaknya akan mengedepankan sumber pendanaan dari kas internal dan fasilitas kredit bank yang telah didapatkan senilai Rp2 triliun-Rp3 triliun.