Semen Gresik Targetkan Kapasitas Produksi 29 Juta Ton

PT Semen Gresik Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan semen mencapai 10% per tahun. Tahun 2011 ini, perseroan berkode emiten SMGR itu menargetkan kapasitas produksi sebesar 20,2 juta ton.

Dengan pertumbuhan 10% per tahun, SMGR optimistis tahun 2015 mampu menambah kapasitas produksi hingga 29 juta ton. Tahun 2010, kapasitas produksi, perusahaan pelat merah yang berdiri tahun 1957 tersebut sebesar 19,0 juta ton. Jumlah itu terdiri dari Pabrik Semen Padang 6,1 juta ton per tahun,Pabrik Semen Gresik 9,0 juta ton per tahun dan Pabrik Semen Tonasa 4,1 juta ton per tahun.

Untuk pasar domestik, market share atau penguasaan pasarnya mencapai 43,3%.Tahun 2011,SMGR menargetkan kapasitas produksi sebesar 20,0 juta ton per tahun. Saat ini SMGR sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik semen baru di Tonasa dan Tuban dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar 2,5 juta ton per tahun.

Kemudian pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 x 35 MW untuk mendukung beroperasinya pabrik semen baru di Tonasa. Hingga akhir Februari 2011,realiasi pembangunan kedua proyek tersebut, untuk pabrik semen baru di Tonasa baru 79,3% . Proyek pabrik semen baru di Tuban 78,4%.Sementara proyek pembangkit listrik di Tonasa 16,1%.

“Permintaan semen akan terus naik seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik (persero) Tbk Sunardi Prionomurti. Menurut Sunardi, SMGR berhasil meningkatkan kapasitas produksinya berlipat-lipat sejak pertama kali berdiri 54 tahun lalu. Saat itu, kapasitas produksi 125.000 per ton. Namun kini sudah 20,2 juta ton.

Total konsumsi semen di Jawa per Juli 2011 sebesar 14,7 juta ton. Jumlah ini naik sekitar 18,2% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 12,5 juta ton. Untuk konsumsi semen di Jawa, paling tinggi adalah Jabar. Hingga Juli 2011,konsumsi semen di Jabar mencapai 3,9 juta ton. Jumlah ini tumbuh dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 3,2 juta ton atau 20,2%.Yang kedua adalah Jatim dengan konsumsi per Juli 2011 ini mencapai 3,2 juta ton.

Sedangkan di periode yang sama tahun lalu sebesar 3,0 juta ton atau hanya tumbuh 5,6%. Sunardi mengakui bahwa konsumsi semen di Jatim pertumbuhannya lebih rendah dibanding daerah lain. Banten tumbuh 31,7%, Jakarta tumbuh 25,0%, Jateng tumbuh 18,1% dan Yogyakarta tumbuh 25,3%.

Pelambatan pertumbuhan konsumsi semen di Jatim dikarenakan musim penghujan yang berlangsung cukup lama dalam satu tahun belakangan. Didukung dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu tinggi dibanding tahun lalu. “Proyek-proyek pembangunan seperti jalan tol,konsumsi semennya cukup tinggi. Kalau hujan, proyek-proyek ini menjadi terkendala,” katanya.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy