Semen Gresik Targetkan Laba Kuartal III Rp 2,6T

Pertumbuhan pendapatan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) pada kuartal III diperkirakan naik 10-12 persen dibandingkan periode yang sama pada periode tahun sebelumnya. Nilai tersebut dinilai rendah akibat perseroan harus menanggung kenaikkan biaya sebesar 15 persen dibandingkan kuartal III-2010 lalu.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto, memperkirakan pada kuartal III-2011 ini, laba perseroan diperkirakan naik 5-10 persen yakni Rp2,647 triliun hingga Rp2,774 triliun. Pada kuartal III-2010 lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,522 triliun.

Sementara pendapatan pada kuartal III-2011 diperkirakan berada pada kisaran 10-12 persen, yakni Rp11,321 triliun-Rp11,527 triliun. Pada kuartal III-2010 lalu, perseroan memperoleh pendapatan Rp10,292 triliun.

Pertumbuhan pendapatan yang diperoleh perseroan tidak terlepas dari naiknya volume produksi. Dimana pada kuartal III-2010 lalu volume produksi perseroan hanya sebesar 12,8 juta ton, sedangkan pada kuartal III-2011 volume produksi perseroan telah mencapai 14,5 juta ton.

"Sampai akhir tahun perseroan menargetkan volume produksi sebesar 19,5 juta ton," katanya, Selasa (18/10/2011).

Dia menjelaskan, seharusnya pada kuartal III-2011 lalu, pertumbuhan laba yang diperoleh perseroan lebih besar daripada itu. Hanya saja kenaikan biaya produksi khususnya komoditas batu bara yang cukup signifikant menyebabkan perseroan harus memotong margin keuntungan. Pada kuartal III-2011 lalu, terjadi kenaikkan biaya hingga 15 persen.

Walaupun begitu, Dwi mengaku perseroan tidak menaikkan harga jual. Pasalnya, kompetitor juga tidak menaikkan harga jual semen kepada konsumen. "Persaingan semakin ketat. Jadi kami tidak menaikkan harga semen. Untungnya pada beberapa hari terakhir harga batu bara sudah turun kembali," ucap dia.

Sebelumnya Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzam menyebutkan, Pada 2012 mendatang, perseroan telah menyiapkan belanja modal sebesar USD600 juta. Sekira 40-60 persen dari belanja modal berasal dari eksternal sedangkan sisanya internal. “Posisi kas kami mencapai Rp4 triliun,” ucap dia.

Sebagian dari belanja modal tersebut juga akan dipergunakan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik semen di Tonasa dan Tuban yang memiliki kapasitas produksi hingga 2,5 juta ton. Diharapkan kedua pabrik tersebut bisa diselesaikan pada awal tahun dan pertengahan tahun depan. Kedua pabrik tersebut bisa membantu memenuhi permintaan semen nasional hingga 2015 mendatang.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy