Industri semen di tanah air tahun ini diperkirakan cukup tinggi, seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar lokal. Manajemen PT Semen Gresik (ersero) Tbk bahkan optimistis tahun 2011 ini bakal menaikkan target produksi sebesar 20 juta ton, atau naik 2 juta ton dibanding 2010 yang tercapai 18 juta ton.
"Secara keseluruhan pertumbuhan (growth) Semen Gresik di pasar dalam negeri bakal tumbuh 6,5 persen. Parameternya, dengan banyaknya kejadian gempa dan bencana serta meningkatnya pembangunan infrastruktur di tanah air juga turut memicu naiknya pertumbuhan semen," ujar Dwi Soetjpto, Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk kepada wartawan di kantor SG, akhir pekan lalu.
Sehingga lanjut dia, tahun ini Semen Gresik Group memperkirakan volume pertumbuhan Semen Gresik Group juga bakal tumbuh 8 persen. Sedangkan pertumbuhan semen untuk ekspor mencapai 4 persen. Dengan didampingi seluruh jajaran direksi, Dwi menyebutkan, pertumbuhan (growth) semen secara keseluruhan pada tahun 2011 juga akan mengalami kenaikan. Ia memperkirakan pertumbuhan semen di tanah air akan double digit. Artinya, demand (permintaan) terhadap kebutuhan semen masih tinggi.
"Saya perkirakan demand semen di tanah air bakal mencapai 4,9 persen dan akan terus tumbuh hingga tahun 2012," jelasnya. Melihat laporan akhir manajemen, kinerja produksi Semen Gresik Group (SGG) mulai dari PT Semen Gresik, Semen Tonasa, dan Semen Padang tahun lalu mampu memproduksi semen 18,5 juta ton per tahun. Tahun 2011 SGG menargetkankenaikan produksi menjadi 20 juta ton per tahun.
"Kenaikan produksi seiring dengan selesainya pembangunan pabrik kami di Tuban, serta rencana pembangunan pabrik baru di Jateng, Semen Tonasa dan Semen Padang juga ada kenaikan kapasitas produksi," tutur Dirut SG.
Pertahankan Harga
Dalam kesempatan itu, Dwi menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga jual semen. Komitmen itu disampaikan mengingat sejumlah produsen semen tanah air lainnya berancang-ancang menaikkan harga produksi. Kenaikan itu dipicu rencana kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, serta harga batubara. "untuk sementara kami belum memikirkan rencana kenaikan itu. Kebijakan menaikkan harga jual semen di pasaran belum dibahas, meskipun harga batubara sebagai pendorong produksi terus berfluktuatif, ditambah lagi rencana pemerintah menaikkan harga BBM," jelas dia.
Ditambahkan, meski harga batubara di pasar global dikisaran USD 50-60 per ton, tapi hal itu bisa diatasi dengan menggunakan batubara jenis kalori medium low dari semula high kalori. "Memang saat ini harga batubara terus berfluktuatif tapi bisa diatasi dengan ketersediaan produksi semen. Apalagi tahun lalu produksi di Semen Gresik Group over supply 10 juta ton," katanya.
Selain ketersediaan produksi masih cukup, lanjut Dwi, akan dibangunnya pabrik baru di Padang Sumatera Barat tahun ini diharapkan juga bisa memback-up ketersediaan semen serta mengantisipasi melonjaknya permintaan semen dalam negeri.