PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) menarik pinjaman sekitar Rp 600 Miliar untuk mendanai pembangunan dua pabrik baru, yakni di Tuban, Jawa Timur dan Tonasa, Sulawesi Selatan. Pinjaman itu dari fasilitas kredit sindikasi Rp 3,55 triliun.
"Kami tengah mengerjakan pembangunan pabrik, sehingga pinjaman dicairkan," ujar Investor Relations Semen Gresik Agung Wiharto di Jakarta belum lama ini. Menurut Agung, bank peserta sindikasi adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Jatim, dan Bank Sulawesi Selatan. Batas penarikan pinjaman pada semester II-2013.
Agung menerangkan, pabrik baru di Tonasa dan Tuban masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton. Total investasi untuk dua pabrik itu mencapai US$ 700 juta. Perseroan juga membangun pembangkit listrik berkapasitas 2x35 megawatt (MW) di Tonasa. Proyek ini menelan dana US$ 114 juta.
Menurut Agung, Semen Gresik akan kembali mencairkan pinjaman tahun ini untuk menuntaskan pembangunan pabrik. Hanya saja dia belum dapat menyebutkan berapa pinjaman yang akan ditarik lagi. "Semua tentunya disesuaikan dengan kebutuhan," tukas dia.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto sebelumnya menyatakan, hingga akhir Februari 2011, pembangunan pabrik di Tonasa sudah mencapai 79,3% sementara Tuban 78,4%. Adapun pembangunan pembangkit listrik sudah mencapai 16,1%.
"Kami targetkan dua pabrik baru kami bisa selesai akhir tahun ini, sehingga total kapasitas terpasang kami mencapai 25 juta ton. Setelah dua pabrik ini selesai, kami akan membangun dua pabrik lagi untuk mengejar kapasitas 30 juta ton," tutur dia.
Tahun lalu Semen Gresik membukukan kenaikan laba bersih sebesar 9,3% menjadi Rp 3,63 triliun. Sedangkan pendapatan terpangkas 0,3% menjadi Rp 14,34 triliun. Penurunan beban usaha dari Rp 2,43 triliun menjadi Rp 2,32 triliun membuat laba bersih meningkat. Adapun laba bersih per saham dasar naik dari Rp 566 menjadi Rp 613. Sedangkan aset naik dari Rp 12,95 triliun menjadi Rp 15,56 triliun.
Volume penjualan selama 2010 terpangkas 2,8% menjadi 17,93 juta ton. Kapasitas terpasang Semen Gresik tahun lalu mencapai 19 juta ton setahun. Sedangkan tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) mencapai 95%.
Akuisisi Kertas Kraft Aceh
Sementara itu, Kementerian BUMN mempersilahkan Semen Gresik menggandeng asing atau BUMN lain untuk mengakuisisi PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Kepastian mitra investasi penyelamatan KKA akan diputuskan pada Juni 2011. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, Semen Gresik memiliki hubungan erat dengan KKA dibanding BUMN lain. Sebab, perseroan merupakan pembeli terbesar kantong semen produksi KKA dengan volume 65 ribu ton per tahun.
"Kami memberi kesempatan bagi Semen Gresik, karena memiliki anak usaha yang bisnisnya relevan dengan penyehatan KKA," papar dia.