Semen Gresik Tumbuh Moderat

Produsen Semen terbesar PT Semen Gresik Tbk memperkirakan membukukan kenaiakan laba bersih semester I / 2010 sebesar 10% - 20%, tumbuh moderat dari posisi periode sama tahun lalu, dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan 5% - 10%.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan perseroan melakukan pendapatan perseroan hanya naik tipis karena sepanjang semester I / 2010 perseroan melakukan overhaul, sehingga volume produksi hanya naik 4% - 5% dari capaian periode yang sama tahun lalu.
 
“Tipisnya pertumbuhan pendapatan juga disebabkan oleh harga semen yang belum begitu bagus dan persaingan yang semakin ketat. Namun karena kami melkuakn efisiensi, kami kemungkinan bisa mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 10% hingga 20%,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
 
Sepanjang semester I / 2009, laba bersih yang dicatat Semen Gresik mencapai Rp1,51 triliun. Jika mengacu pada proyeksi pertumbuhan 6 bulan pertama tahun ini, BUMN semen itu bisa membukukan laba bersih mencapai Rp 1,66 triliun hingga Rp 1,8 triliun.
 
Pencapaian laba bersih perseroan itu, dalam catatan Bisnis, mengonfirmasi fakta kenaikan konsumsi semen domestic sekitar 15% - 30% sepanjang semester I / 2010, yang didorong oleh membaiknya situasi perekonomian.
 
Untuk pendapatan, pada semester I / 2009 Semen Gresik berhasil membukukan Rp 6,76 triliun. Apabila mengacu pada jumlah tersebut, pendapatan yang dicatat perseroan pada akhir bulan ini mencapai Rp 7,09 triliun hingga Rp 7,43 triliun.
 
Pasar merespons positif proyeksi perseroan itu. Dalam perdagangan kemarin, harga saham Semen Gresik yang berkode SMGR naik 0.55% ke level Rp9.150 per lembar rekor harga tertinggi yang dicapai sepanjang tahun ini.
 
Tahun ini semen, Semen Gresik mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 210 juta. Jumlah tersebut merupakan 30% dari total dana investasi yang dialokasikan hingga 2012 yang diputuskan sebesar US$ 714 juta.
 
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik semen di Tuban, Jawa Timur, dan pabrik serta pembangkit listrik di Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan. Proyek pabrik semen di Tuban dan di Tonasa menelan dana masing – masing US$ 300 juta.
 
Untuk pembangkit listrik di lokasi pabrik semen Tonasa itu, perseroan mengalokasikan dana US$ 114 juta. Pembangkit tersebut berkapasitas 70 mega watt dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan pabrik.
 
Dari total belanja modal sebesar US$ 714 juta, sebagian besar akan diserap ke pabrik Semen Tonasa. Selain dari sumber pendapatan internal, kebutuhan dana tersebut juga dipenuhi dari pinjaman sindikasi Bank Mandiri yang sudah diterima beberapa waktu lalu.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy