Mandiri Sekuritas bantu penjualan 68,03 juta saham ke pasar
PT Semen Gresik Tbk mengantongi keuntungan Rp215,99 miliar dari hasil penjualan 68,03 juta saham secara gelondongan dalam jumlah besar ke pasar (block sale) pada 2 hari lalu.
Seorang analis yang mendengar informasi itu mengatakan Semen Gresik, yang dibantu oleh agen penjual PT Mandiri Sekuritas, melepas saham yang diperoleh dari hasil pembelian kembali (buyback) beberapa waktu lalu.
"BUMN semen itu buyback sahamnya di pasar di kisaran harga Rp2.900 per saham. Kemarin saham itu di-crossing [transaksi tutup sendiri] di pasar dengan harga 6% diskon dari level penutupan Selasa Rp6.500," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Jika dikalkulasi, Semen Gresik mengeluarkan ongkos Rp197,29 miliar untuk mendukung buyback saham itu. Perusahaan itu kemudian menjual saham tersebut di kisaran Rp6.110 per saham, sehingga mengantongi dana Rp413,38 miliar. "Selisih antara dana yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp215,99 miliar," tuturnya.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan membenarkan penjualan saham hasil buyback tersebut.
"Kami buyback saham Semen Gresik dari Oktober 2008 hingga Januari 2009. Penjualan sahamnya dibantu oleh Mandiri Sekuritas," ujarnya.
Menurut dia, hasil penjualan saham itu tidak masuk ke laba rugi, tetapi kas perseroan bertambah sekitar Rp200 miliar-an. "Didukung dengan apresiasi rupiah sebesar 10% terhadap dolar AS, kemampuan membiayai pabrik menjadi lebih kuat," katanya melalui layanan pesan singkat kemarin.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sebanyak 71,85 juta saham ditransaksikan di pasar negosiasi di level harga Rp6.600 senilai Rp436,80 miliar. Mandiri Sekuritas menjadi broker transaksi crossing 68,03 juta saham Semen Gresik di level Rp6.075.
Berdasarkan riset Semen Gresik yang dipublikasikan pada 29 September 2009, analis Chandra S. Pasaribu mengungkapkan BUMN semen itu mulai melaksanakan rencana ekspansi untuk menambah kapasitas 2x2,5 juta ton seiring dengan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 2x35 MW.
Modal besar
Dengan total investasi ekspansi itu mencapai US$708 juta, Semen Gresik diperkirakan membutuhkan modal yang besar dalam 2 tahun ke depan tanpa ada penambahan kapasitas. "Kami memperkirakan tambahan kapasitas produksi semen tercapai setelah 2012, sehingga kami memberi perhatian bahwa Semen Gresik akan gagal mencapai siklus pemulihan pada 2010-2011 sejak perusahaan itu mempunyai kendala kapasitas," tuturnya dalam riset itu.
Dalam riset Danareksa yang dirilis pada 19 Agustus disebutkan program peningkatan kapasitas produksi yang ada memungkinkan Semen Gresik mencapai level maksimum 19,3 juta ton per tahun.
"Kami memperkirakan pada 2010-2011 menjadi tahun yang baik untuk konsumsi semen di Indonesia karena didukung oleh tingkat bunga yang rendah dan belanja pemerintah untuk pengembangan infrastruktur," tulis riset itu.
Danareksa Sekuritas merekomendasikan jual terhadap saham Semen Gresik dengan target harga Rp6.100. Dalam penutupan pasar kemarin, saham BUMN semen itu malah ditutup naik 4,62% ke level Rp6.800.
Sekuritas itu memperkirakan pendapatan Semen Gresik tahun ini bisa mencapai Rp13,82 triliun, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi Rp4,33 triliun, dan laba bersih Rp2,88 triliun.
Permintaan semen secara keseluruhan pada Agustus sebesar 4 juta ton, atau naik tipis 3,8% dibandingkan dengan posisi Juli. Namun, permintaan semen pada Agustus tahun ini menurun tipis dibandingkan dengan permintaan bulanan tertinggi pada Agustus 2007. Harga jual ritel semen tetap stabil di kisaran Rp1,05 juta per ton.
Semen Gresik mengambil 46% pangsa pasar pada Agustus tahun ini, lebih tinggi dibandingkan dengan total rata-rata pangsa pasar tahun lalu sebesar 44%. "Kuatnya permintaan semen masih berlanjut pada September."