Tim pencari bahan baku PT Semen Gresik Tbk (SMGR) kini tengah mematangkan kajian untuk membangun pabrik baru di Papua. Pabrik itu akan semakin memperkuat pasar perusahaan semen pelat merah itu di kawasan Indonesia Timur.
Sekretaris Perusahaan Semen Gresik, Sunardi Prionomurti, mengatakan, kajian untuk itu baru saja dimulai. Prosesnya masih butuh waktu sangat lama. "Masih panjang prosesnya. Ini baru awal," ujar Sunardi saat buka bersama dengan media massa di Restoran Halo Surabaya, Senin (22/8/2011).
Sunardi mengatakan, keberadaan pabrik di Papua memang akan sangat menunjang rencana ekspansi perseroan untuk semakin menguasai kawasan timur Indonesia. Saat ini di Papua perseroan membangun packing plant di Sorong berkapasitas 600.000 ton semen per tahun dan dilengkapi silo dengan kapasitas 10.000 ton dan dermaga sepanjang 150 meter.
Meski prospek bisnis semen di Indonesia Timur sangat cerah, porsinya masih sangat minim dalam struktur penjualan semen secara nasional. Sehingga, efektivitas pembangunan pabrik benar-benar akan didalami.
"Secara prinsip, tim pencari bahan baku memang mencari sumber bahannya. Di Papua ada sumbernya. Tapi kajian kan tidak hanya sebatas bahan baku. Harus ada kajian bisnisnya. Bagaimana pasar di sana, itu yang juga akan kami dalami lebih serius lagi," jelasnya.
Dalam periode Januari-Juli 2011, penjualan semen di Maluku dan Papua mencapai 476.560 ton, justru menurun 12,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 544.856 ton. Angka penjualan itu hanya 1,77% dapenjualan semen secara nasional yang mencapai 26,86 juta ton.
Sunardi menambahkan, salah satu faktor yang juga dipertimbangkan adalah biaya. Pembangunan pabrik di Papua pasti akan lebih memakan biaya dibanding pembangunan pabrik di daerah lain. Pasalnya, proses mobilisasi alat-alat dan material pabrik menuju Papua membutuhkan dana yang tak sedikit. "Biayanya bisa dua kali lipat dari pembangunan pabrik di lokasi lain," kata Sunardi.
Pengumuman rencana perseroan yang akan membangun pabrik di Papua telah mengerak harga saham SMGR. Pada perdagangan Senin (22/8/2011), saham SMGR naik menjadi Rp9.050 per lembar, naik dari posisi akhir pekan lalu di level Rp8.800. Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 1.013 kali dengan volume 8,26 juta lembar saham senilai Rp72,925 miliar