PT Semen Gresik Tbk (SMGR) terus berusaha memperbesar penggunaan energi
alternatif untuk proses produksinya. Perusahaan semen pelat merah itu
menargetkan penggunaan energi alternatif bisa mencapai 7,5% pada 2012.
Sekretaris Perusahaan SMGR Sunardi Prionomurti mengatakan, saat ini
penggunaan energi alternatif di PT Semen Tonasa baru mencapai 2% dengan
berbahan sekam padi dan kulit mete. Adapun di pabrik Semen Gresik,
penggunaan energi alternatif dari sekam padi, limbah tembakau, dan oil
sludge mencapai 1,5% dari total konsumsi bahan bakar.
"Kami harap, di semua pabrik, penggunaan energi alternatif bisa mencapai
7,5% pada 2012," ujar Sunardi di Surabaya, Jumat (3/9/2010).
SMGR mempunyai pabrik di Gresik dan Tuban di bawah kendali PT Semen
Gresik, di Sulawesi di bawah kendali PT Semen Tonasa, dan di Sumatera di
bawah kendali PT Semen Padang.
Sunardi menambahkan, di Semen Padang kini sedang digarap proyek waste
heat recovery generation yang kini pengerjaannya telah mencapai 45%.
Proyek itu diharapkan rampung pada 2011. "Dari proyek tenaga gas buang
itu, kami bisa memproduksi energi listrik sebesar 8,4 MW," jelasnya.