PT Semen Gresik Tbk mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 765 juta, atau sekitar Rp 7,11 triliun untuk pembangunan dua pabrik baru dan satu unit pembangkit listrik dalam 2 tahun ke depan. Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Sunardi Prionomurti menuturkan kebutuhan membangun pabrik semen mencapai sekitar US$ 315 per unit. Pabrik akan berlokasi di Jawa dan Sulawesi.
"Untuk pembangkit listrik kebutuhannya sebesar US$ 115 juta. Kebutuhan pendanaan masih tentatif, lantaran angka yang ditetapkan bisa berubah," ujarnya.
Menurut dia, selain akan membangun pabrik dan pembangkit listrik, BUMN semen terbesar itu juga menjajaki untuk menginvestasikan dananya di PT Kertas Kraft Aceh. Kertas Kraft merupakan pabrik kertas yang memproduksi pembungkus semen. Pabrik yang berlokasi di Nanggroe Aceh Darussalam ini sampai sekarang operasionalnya tersendat.
Selain masalah likuiditas, perusahaan kertas ini juga menghadapi masalah bahan baku.
"Untuk Kertas Kraft kami masih melakukan kajian, sehingga kami belum bisa memberikan angka yang pasti. Ada berbagai proses yang harus diselesaikan, termasuk kepada PT Perusahaan Pengelola Aset, serta pemegang saham Kertas Kraft yang lain," kata Sunardi.
Pada perkembangan terkait, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf mengungkapkan telah menerima pernyataan dari manajemen Semen Gresik untuk menyuntikkan dana ke Kertas Kraft. Pada tahun ini, Semen Gresik mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 400 juta. Sebanyak US$ 150 juta dari belanja modal itu untuk pengembangan nonstrategis dan peningkatan kapasitas produksi.
Perseroan juga akan menggunakan kas internal senilai Rp 150 miliar bagi tahap pertama pembangunan pabrik pengemasan dan distribusi semen di Papua.