Semen Gresik Realisasikan Belanja Modal Rp2,5 triliun

Produsen semen terbesar PT Semen Gresik (Persero) Tbk mencatat serapan belanja modal hingga akhir Juni mencapai sekitar Rp2,5 triliun dari Rp5 triliun yang dialokasikan untuk tahun ini.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik semen baru serta mengatasi masalah produksi yang sering disebut debottlenecking."Untuk proyek pabrik baru, kami masih merampungkan, termasuk pembangkit listrik di PT Semen Tonasa. Kami akan habiskan seluruh belanja modal tersebut untuk merampungkan sejumlah pabrik semen guna meningkatkan kapasitas produksi." ujarnya di Jakarta kemarin.

Dana yang dialokasikan tahun ini merupakan sebagian dari belanja modal yang disediakan oleh BUMN produsen semen tersebut hingga 2012 yang totalnya mencapai US$714 juta. Dari alokasi dana itu, sebagian besar akan diserap pabrik Semen Tonasa.Sumber pendanaan belanja modal itu berasal dari internal, kebutuhan dana itu juga dipenuhi dari pinjaman sindikasi Bank Mandiri. Selain untuk membangun pabrik semen dan pembangkit listrik di Tonasa, perseroan juga akan membangun pabrik semen di Tuban, Jawa Timur.

Pembangunan pabrik semen di Tuban diperkirakan menghabiskan dana sebesar sekitar US$300 juta. Demikian pula pembangunan pabrik semen Tonasa di Pangkep di Sulawesi Selatan sebesar US$300 juta.Untuk keperluan pembangunan pembangkit listrik di lokasi semen Tonasa, Pangkep Sulawesi Selatan, perseroan membelanjakan dana sebesar US$114 juta. Pembangkit ini berkapasitas 70 megawatt dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik.

Tumbuh tipis


Dalam kesempatan itu, Dwi Sutjipto menuturkan selama semester 1/2010 perseroan mencatat kenaikan tipis pendapatan sebesar 7%-9%. Dari jumlah tersebut, Semen Gresik diperkirakan mencatat kenaikan laba bersih 10%-15%.Dia mengatakan selama semester I perseroan melakukan overhaul sehingga volume produksi naik 4% hingga 5% dari periode yang sama tahun lalu. "Harga semen yang belum begitu bagus dan persaingan semakin ketat," katanya.

Sebagai perbandingan pada semester 1/2009 pendapatan yang dicatat Semen Gresik mencapai Rp6,76 triliun. Apabila mengacu pada proyeksi pertumbuhan pendapatan selama 6 bulan pertama tahun ini, BUMN produsen semen ini bisa mencapai Rp7,23 triliun-Rp7,37 triliun.Terkait dengan laba bersih, sepanjang semester 1/ 2009 Semen Gresik mencatat laba bersih sebesar Rpl ,51 triliun. Jika mengacu pada jumlah tersebut, laba bersih yang dicatat perseroan semester 1/2010 bisa mencapai Rpl,82 triliun hingga Rpl,74 triliun.Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh membaiknya konsumsi semen nasional sejalan dengan membaiknya situasi makroekonomi.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy