Hingga semester I/2011, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga lebih dari 50% dari target capex 2011 sebesar US$533 juta.
"Realisasi capex sudah sekitar US$ 260 juta," kata Dirut SMGR Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat malam (19/8/2011). Adapun realisasi capex sampai akhir Juli lalu sudah mencapai US$300 juta atau 60% dari target capex 2011.
Dwi menjelaskan, dana itu antara lain digunakan untuk pembiayaan pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur, yang bakal rampung akhir tahun ini. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembangunan pabrik dan pembangkit listrik di Tonasa, Sulawesi Selatan.
Kedua pabrik baru itu masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton per tahun dengan nilai investasi keduanya sebesar US$ 594 juta. "Kita juga pakai capex untuk proyek debottlenecking, pembangunan packing plant, konservasi sumber energi, dan supporting operation yang realisasinya kemungkinan bisa berlanjut sampai capex 2015," jelas Dwi. Capex selama 2011 sampai 2015 diprediksi sekitar US$2,4 miliar.
Dwi mengatakan, sumber capex didapatkan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Pada semester I/2011, perusahaan semen pelat merah itu sudah menarik pinjaman Rp 600 miliar dari fasilitas kredit sindikasi sebesar Rp 3,16 triliun yang digunakan untuk pembiayaan kedua pabrik baru. Kredit sindikasi itu dipimpin oleh Bank Mandiri dengan peserta BRI, Bank Sulselbar, dan Bank Jatim. Adapun batas penarikan pinjaman pada semester II/2013.