PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan menerbitkan obligasi global senilai US$ 200-300 juta pada semester I-2011. Sebagian besar dana hasil emisi surat tersebut akan digunakan untuk membiayai akuisisi produsen semen di Malaysia.
“Karena kami membutuhkan pendanaan untuk akuisisi semen di luar negeri, maka kami lebih baik terbitkan obligasi global sekitar US$ 200-300 juta, “kata Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Jakarta, Senin (13/12).
Dwi menegaskan, dana akuisisi tersebut dianggarkan di luar belanja modal (capital expenditure/capex). Tahun depan, perseroan mengalokasikan capex sebesar US$ 500 juta. Sedangkan untuk akuisisi dua perusahaan semen di Malaysia, BUMN semen tersebut juga menyiapkan dana US$ 500 juta.
“Kami ingin menerbitkan obligasi karena biayanya lebih murah dibandingkan pinjaman. Jika ada pinjaman berbunga rendah, bisa aja kami pilih pinjaman. Tapi sejauh ini kajiannya memungkinkan untuk terbitkan obligasi,” jelas Dwi.
Namun, dia masih enggan menyebutkan identitas perusahaan yang akan diakuisisi. Begitu juga dengan nilai akuisisi masing-masing perusahaan. “Persentase saham yang bisa kami miliki belum pasti. Bisa saja lebih dari 50%, tapi sampai saat ini tidak sampai 50%,” ujarnya.
Sebelumya, Semen Gresik dikabarkan mengincar Cement Industries of Malaysia Bhd (CIMA) yang menguasai 18% pasar semen di Malaysia. Semen Gresik menargetkan tambahan produksi sekitar 2-3 juta ton per tahun dari hasil akuisisi. CIMA merupakan unit usaha United Engineers Malaysia (UEM) Bhd.
Pendapatan Rp 14 T.
Sementara itu, Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan mengemukakan, tahun ini volume penjualan semen perseroan relatif flat atau sama seperti tahun lalu sebanyak 18 juta ton. Sedangkan pendapatan akhir 2010 diperkirakan sekitar Rp 14 triliun. “Tahun depan, kami berharap pendapatan bisa naik satu digit,” kata dia.
Cholil mengakui, penjualan semen tahun ini dipengaruhi oleh masalah debottlenecking, sehingga banyak sejumlah proyek tertunda. Akibatnya permintaan semen menurun.
Sebelumnya, Semen Gresik sukses membangun pabrik baru semen di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Total investasinya mencapai US$ 594 juta. Perseroan juga berencana membangun pabrik baru di Sumatera Senilai US$ 300 juta pada 2011. Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekitar 2-3 juta ton per tahun dari operasional pabrik baru tersebut.