Sesi II, Saham Semen Bakal Menarik

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih bertahan di atas level psikologis 2.900 pada akhir sesi pertama transaksi Rabu 21 April 2010. Pada perdagangan sesi kedua, indeks diprediksi kembali melanjutkan penguatan.

Analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti berpendapat, pergerakan positif IHSG terpicu kenaikan bursa regional setelah terkoreksi akibat adanya kasus Goldman Sachs. "Jadi, rebound (pembalikan arah menguat) regional diikuti IHSG," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Selain itu, dia mengakui, sisi teknis ikut menopang pergerakan indeks domestik pada transaksi hari ini. "Sepertinya sentimen positif ini masih mengikuti laju IHSG pada sesi kedua," tutur Gifar.

Apalagi, Gifar menuturkan, aksi beli investor terhadap saham sektor industri dasar terutama di sektor semen dan perkebunan akan mendorong terjadinya penguatan kembali indeks.

Saham-saham tersebut, kata dia, di antaranya PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Smart Tbk (SMAR). "Tapi, kalau IHSG naik lagi akan terbatas kisarannya. Sebab, posisinya sudah mendekati level tertinggi tahun ini di 2.916," ujar Gifar.

Pada akhir sesi pertama, IHSG menguat 10,65 poin atau 0,36 persen ke level 2.901,92 dibanding awal transaksi pagi tadi yang naik 12,31 poin (0,43 persen) di posisi 2.903,58.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,59 triliun dan volume tercatat 9,04 juta lot, dengan frekuensi 75.118 kali. Sebanyak 105 saham menguat, 77 melemah, 78 stagnan, serta 238 saham tidak terjadi transaksi.

Sementara itu, di bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 26,38 poin atau 0,12 persen menjadi 21.649,76, Nikkei 225 menguat 183,94 poin (1,69 persen) di posisi 11.084,62, dan Straits Times naik 3,37 poin atau 0,11 persen ke level 2.984,74.

Di BEI, saham industri semen dan perkebunan yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya INTP terangkat Rp 300 atau 2,04 persen ke level Rp 14.950 dan AALI menguat Rp 250 (1,06 persen) di posisi Rp 23.750.

Untuk nilai tukar rupiah, berdasarkan data transaksi Bloomberg pukul 12.00 WIB, rupiah berada di posisi 9.002/US$. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.006/US$.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy