Diikuti 1.160 Anak dan Libatkan 100 Tenaga Medis
JERITAN dan tangisan anak-anak pagi itu seakan memecahkan keheningan Wisma Semen Gresik. Itulah suasana kegiatan sosial sunatan masal yang diselenggarakan PT Semen Gresik pada Minggu, 3 Juli lalu. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitarnya (CSR). Selain itu, sunatan masal diadakan untuk memperingati HUT Ke-54 Semen Gresik dan HUT Ke-66 RI.
Sebanyak 1.160 anak-anak dari Gresik, Lamongan, Tuban, dan Madura sejak pukul 05.30 sudah berkumpul di halaman Wisma Semen Gresik. Dengan didampingi orangtuanya, mereka dijemput panitia dibeberapa lokasi dengan menggunakan 268 armada (angkutan pedesaan) yang disewa oleh panitia. Dengan demikian, kegiatan sunatan masal tersebut banyak dirasakan berbagai kalangan. Sebanyak 100 tenaga medis juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Yang menarik, sunatan masal kali ini juga diikuti dua orang dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Stevanus Kidi Ama dan David. Keduanya memang bukan anak-anak lagi. Sebab, usia mereka sudah 37 dan 34 tahun. Bahkan, salah seorang diantara mereka sudah berkeluarga dan sudah punya satu anak.
Kedua orang yang tinggal di Palemwatu, Menganti, Gresik, itu datang ke lokasi dengan didampingi perangkat desa, yaitu Kaur Kesra Palemwatu Suhadak. Stevanus mengaku sudah lama ingin sunat tapi belum ada biaya. Karena kebetulan ada sunatan masal, dia minta perangkat desa untuk mendaftarkan dirinya.
Suasana sunatan masal tampak semakin gayeng dengan hadirnya berbagai hiburan. Misalnya, badut, sepeda roda satu, sulap,dan juga band junior SG. Berbagai joke segar yang keluar dari sang penghibur membuat suasana ruang tunggu penuh tawa ria. Setiap peserta juga mendapat aneka souvenir, seperti baju koko, kopiah, sarung, tas, dan uang saku. Mereka juga mendapatkan satu pohon produktif, seperti jambu, mangga, sawo, dan semangka untuk ditanam di rumah masing-masing.
Direktur Keuangan PT Semen Gresik Ahyanizzaaman mengungkapkan, kegiatan khitan masal kali ini memang yang terbesar yang pernah diadakan. Meskipun agak repot, namun melihat animo masyarakat yang begitu besar, dia bertekad tahun depan akan membikin kegiatan sunatan masal lebih gede lagi. “Kami akan evaluasi, terutama menyangkut pelayanan sehingga tahun berikutnya bisa labih bagus lagi,” kata Ahyanizzaman.