PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berencana mengakuisisi 20% saham PT Kertas Kraft Aceh (KKA), produsen kertas kantung semen milik negara. Akuisisi tersebut dinilai strategis untuk mendukung produksi Semen Gresik.
Semen Gresik siap menggelontorkan dana Rp 200 miliar untuk membantu pengoperasian pabrik KKA tahun ini. Dana tersebut sekitar 25* dari total kebutuhan KKA sebesar Rp 800-900 miliar.
"Semen Gresik akan investasi untuk menghidupkan kembali produksi KKA. Saham KKA yang diincar sekitar 20%, namun bisa bertambah bila pengoperasian pabrik ternyata bisa menguntungkan lebih besar lagi," kata badan usaha milik negara (BUMN), Kamis (30/6).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain memproduksi kertas kantung semen, KKA diproyeksikan ekspansi ke produk kertas lain yang bernilai jual tinggi seiring permintaan kertas nasional. Sementara itu, permintaan kertas kantung semen juga tinggi sejalan pertumbuhan konsumsi semen dan percepatan pembangunan infrastruktur.
"Semen Gresik sudah memperhitungkan itu. Beberapa BUMN lain yang masih terkait dengan bisnis kertas juga ikut melirik KKA," ujarnya. Pada Desember 2010 sejumlah BUMN telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk membantu KKA melalui sinergi antar-BUMN. PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menjadi pemasok batubara. Perum Perhutani menjadi pemasok bahan baku pohon pinus, dan Semen Gresik menjadi pembeli hasil produksi KKA.
Ketika dikonfirmasi, Direktur Keuangan Semen Gresik Ahyanizzaman mengakui. KKA bakal menguntungkan perseroan. "Dari sisi dana kami cukup kuat tidak ada kendala untuk akuisisi. Sepanjang return investasi di KKA positif, kami terus mengkaji peluang masuk lebih besar," kata dia.
Tahun ini, Semen Gresik menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3-5 triliun. Sampai akhir semester 1, perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp 2 triliun. Sumber pendanaan capex berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Perseroan telah memperoleh pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 3,16 triliun.
Belum lama ini, Perusahaan Pengelola Aset (PPA) telah mengundang 18 investor asing dan domestik untuk menjadi mitra kerja sama operasi KKA. Para investor tersebut antaralain PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP), PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), serta PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP).
Sejak 2007. KKA sudah tidak beroperasi. Untuk itu, KKA butuh dana dari mitra strategis. Direktur Operasi KKA Andriano pernah mengungkapkan, untuk mengoperasikan kembali pabrik penghasil kertas kantung semen tersebut, pihaknya membutuhkan dana Rp 800-900 miliar. Dana tersebut akan diperoleh dari mitra strategis dengan skema kerja sama operasi.
KKA akan menggunakan dana tersebut untuk membangun satu hingga dua mesin tungku serta peningkatan teknologi dan kualitas produksi.
Adapun pengoperasian pabrik Kertas Kraft baru bisa dilakukan pada 2013. Pasalnya, perusahaan membutuhkan waktu untuk persiapan operasi seperti pembangunan boiler selama dua tahun.