Lima belas juri bertaraf nasional berkumpul pada pertemuan pertama untuk membahas rencana kerja sebagai tim juri penilai 3 lomba (Slogan, Maskot dan Fotografi) sebagai sarana sosialisasi Jembatan Nasional Suramadu yang digelar Dirjen Bina Marga bekerjasama dengan SG di gedung Radio FM Suara Surabaya.
Setelah melalui diskusi yang intens, akhirnya disepakati berbagai kriteria penilaian bagi juri untuk masing-masing bidang lomba. Pertemuan tersebut dibuka dengan penjelasan sekilas profil Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu dari proses awal hingga saat ini dalam kondisi hampir jadi oleh Ashari dari Dirjen Bina Marga.
Rapat juga sepakat bahwa mulai H-7 sebelum penutupan lomba pada Rabu 6 Mei 2009, panitia akan mulai komunikasi dengan dewan juri untuk melaporkan perkembangan jumlah pengirim dari hari ke hari. Juga telah disepakati tiga tahapan penyaringan apabila setelah di-short list peserta tetap banyak. “Diharapkan setelah tiga kali pemfilteran ini sudah mengerucut menjadi hanya 100 besar untuk disaring lagi menjadi 50 besar,” jelas Gati Irawarman panitia dari Mozaik Media Communication.
Sedangkan jadwal pertemuan berikutnya bagi para dewan juri, kata Gathut Wicaksono, Kabag Komunikasi Pemasaran, direncanakan pada 14 Mei 2009 di tempat yang sama, dengan agenda membahas perkembangan jumlah pemfilteran. Selanjutnya para dewan juri akan bertemu kembali pada 20 Mei 2009 di tempat yang sama untuk menentukan pemenang 1,2, dan 3. “Hasil nama-nama pemenang dari semua lomba akan diumumkan pada 23 Mei 2009, pada hari terakhir pameran fotografi yang digelar sejak tanggal 19 Mei 2009 di gedung Balai Pemuda Surabaya, juga melalui siaran udara SS dan ditayangkan di tiga situs SG, Bina Marga dan Suara Surabaya,” jelasnya.
Para juri yang dilibatkan dalam tiga lomba tersebut berasal dari berbagai kalangan; profesionalis dan akademisi. Adapun nama para juri lomba slogan adalah : Sutandyo Wignyo Subroto(Guru Besar Sosiologi, Univ. Airlangga), Rumaida (Ketua Jurusan Komunikasi, Univ. Airlangga), Ronny Mustamu (Profesional Praktisi Media), Diah (Ketua Program Studi Komunikasi, UK Petra), Satria Wibawa (Pengajar Komunikasi, Univ. Airlangga), Iskandar Adikoeosoemo (PT. Semen Gresik (Persero) Tbk), dan juri dari Direktorat Bina Marga Departmen Pekerjaan Umum.
Juri lomba maskot: Baroto Tafip (Ketua Jurusan Design Produk ITS), Deddy Duto Hartanto (Dosen Design Komunikasi Visual Uk. Petra), Adjid Swastedi ( Profesional Marketing Coomunication Agency), Mufid Wahyudi (Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Wilayah Jatim), Rumaida (Ketua Jurusan Komunikasi, Univ. Airlangga), Teddy B Setyadi (PT. Semen Gresik (Persero) Tbk), dan juri dari Direktorat Bina Marga Departmen Pekerajaan Umum.
Juri lomba fotografi (Kategori Jurnalistik dan Umum): Oscar Motullah (Kepala Galeri Foto Jurnalis Antara), Mamuk Ismuntoro (Redaktur Foto Surabaya Post), Agus Leonardus (Profesional Photography), Saifuddin Zuhri ( PT. Semen Gresik (Persero) Tbk), dan juri dari Direktorat Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum.
Talk show di Radio Suara Surabaya

Sehari sebelumnya, live talk show berdurasi 1 jam (19.00 – 20.00 wib) telah digelar pada acara Kelana Kota, FM Suara Surabaya. Dengan dipandu penyiar, Ismanti perbincangan santai yang disiarkan secara langsung mengenai seluk-beluk pembangunan jembatan Suramadu ini cukup mendapat respon positif dari masyarakat, terlihat dari adanya 28 item pertanyaan yang diajukan melalui telepon. Kebanyakan penanya menyinggung masalah kesiapan sarana pembangunan dan jaminan keselamatan bagi pelintas jembatan Suramadu tersebut.
Pembangunan Suramadu ini, kata Mufti Arimurti, Staf Divisi Pengembangan Pemasaran secara keseluruhan menggunakan produk Semen Gresik. ”Dalam catatan pembangunan di tanah air, kita selalu mempelopori mahakarya bangsa. Telah banyak bangunan monumental yang menggunakan Semen Gresik sebut saja Monas, gedung DPR, pemugaran candi Boro Budur, dll.” tegasnya. Pada talkshow tersebut juga dihadiri oleh Tri Eddy Susanto, Kabag Pengembangan Produk & Aplikasi. Menurutnya mega proyek ini telah menelan 175 ribu ton semen.
Pada lomba ini, lanjut Ari, intinya adalah sebuah konsep komunikasi yang melibatkan masyarakat luas agar bisa berperan serta dalam memelihara aset nasional. ”Jembatan ini akan menjadi ikon nasional, kalau di Amerika kita mengenal Golden Gate (California) dan Harbour Bridge di Sidney. Sudah sepantasnya kita memiliki rasa ikut memiliki dan bangga. Sehingga akan timbul kesadaran untuk ikut memeliharanya, minimal dengan cara menaati segala aturan dalam penggunaan jembatan terpanjang ini,” jelasnya.
Yuda Handita, Kasatker Sementara Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu pada talkshow tersebut mengawali ulasannya yang membahas berbagai persiapan Pembangunan Jembatan Nasional itu dengan agak panjang. Ia juga menyatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan berbagai sosialisasi ke berbagai akademisi dengan menggelar seminar-seminar yang dihadiri para dosen se Jawa Madura dan Bali dan pameran-pameran dalam rangka peringatan HUT Kota Surabaya dan Bangkalan.