Syukur, Resep ‘Tuk Menepis Badai Krisis’

 
Segala yang telah kita gapai dan peroleh, syukur adalah sebuah keharusan, karena ada janji bagi yang bersyukur dan juga peringatan bagi mereka yang tidak bersyukur. “Jikalau kau bersyukur niscaya nikmat-Ku pasti akan Aku tambahkan, namun jikakalau engkau ingkar terhadap nikmat-Ku maka siksa Ku amatlah pedih”, begitu salah satu kutipan firmanNya yang jamak diketahui.

Bertempat di Dormitory Pabrik Tuban, Kamis (14/5) berlangsung pengarahan Direksi sekaligus tasyakuran overhaul Pabrik Tuban 1, 2  dan 3, yang dirangkai dengan ceramah agama oleh KH. Shoffan Nurhadi, Kepala Pengadilan Agama Kab. Tuban. Hadir dalam acara ini, Suparni, Direktur Produksi, seluruh jajaran pimpinan Pabrik Tuban dan dihadiri lebih dari 500 pegawai SG dan  anak perusahaan di Pabrik Tuban juga siswa dan mahasiswa praktek.
 
Selain sebagai wujud rasa syukur atas terselesaikannya overhaul Pabrik Tuban 1, 2 dan 3, acara ini juga sebagai ajang silahturahmi antara Direksi beserta jajaran pimpinan pabrik Tuban dengan para pegawai khususnya, sehingga diharapkan akan terjalin hubungan yang harmonis antara keduanya. 
 
Dalam pengarahannya di hadapan seluruh elemen pegawai, Suparni, memberi beberapa catatan penting, diantaranya; proyek pengadaan paralatan coal mill baru yang fungsinya untuk meningkatkan kapasitas produksi; rencana konversi dari mix calori coal menjadi low calori coal, sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien; target produksi clinker diharapkan minimal 8200 ton/hari; peningkatan kemampuan giling Finish Mill agar tidak terjadi penumpukan clinker sehingga ada balance antara produksi terak dan semen. 
 
Selain pengarahan bersifat teknis, Direktur Produksi juga menekankan kepada seluruh yang hadir untuk selalu bersyukur terhadap apa yang kita peroleh selama ini. “Meskipun kondisi perekonomian dunia sedang ambruk, dimana banyak perusahaan dan perbankan level dunia bertumbangan, namun SG masih sanggup bertahan, bahkan kinerja pada triwulan pertama masih membukukan keuntungan,” kata Suparni, yang disambut tepuk tangan hadirin.
 
“Siapa tidak kenal GM (red. : General Motors) sebuah industri otomotif dunia yang ternyata tidak sanggup menghadapi keganasan krisis dunia, dia bangkrut”, ujarnya. Sedangkan perusahaan otomotif lain yaitu Toyota dan Honda meskipun masih bertahan tapi harus rela labanya turun drastis. ”Demikian juga dengan Citibank,  perusahaan perbankan dunia ini kolap menghadapi krisis global ini,” tambahnya.
 
Ketahanan Semen Gresik dalam menghadapai krisis ini terangnya, adalah berkat kemampuan dan kemauan seluruh pegawai untuk terus berkarya, berkreasi dan berinovasi sehingga kontinuitas produksi tetap terjaga, bahkan dari waktu ke waktu hasil produksi menunjukkan tren meningkat.
 
Sekedar kilas balik, pencapaian produksi terak 2008 begitu membanggakan, sampai akhir tahun terak yang berhasil diproduksi mencapai 7,557 juta ton, RKAP 7,078 juta ton atau tercapai 106,76%. Sedangkan produksi semen adalah sebesar  8.53 juta ton semen atau tercapai 108.33% terhadap RKAP yang sebesar 7.875 juta ton. Secara total, produksi semen (include Gresik) 106,99% terhadap RKAP, yaitu real produksi 8.88 juta ton semen, RKAP-nya 8.3 juta ton. Dengan pencapaian ini tidak mustahil target produksi semen 2009 sebesar 8,925 juta ton semen akan mudah tercapai.
 
”Semua itu adalah buah dari pengelolaan perusahaan yang baik,” lanjut Suparni. Pengelolaan yang baik membutuhkan sistim yang baik, kompetensi yang baik dan kerjasama yang baik dengan ketulusan dan kesungguhan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan. “Kebersamaan, ketulusan dalam perjuangan untuk  mengemban amanah yang telah diberikan oleh para pendahulu sekaligus pendiri dari pabrik ini adalah suatu keharusan”, tekan Suparni.
 
Pada kesempatan yang sama KH. Soffan Nurhadi, di sela-sela syukuran dalam ’taushiyah’nya menyampaikan nasehat bahwa hidup hanya menyediakan dua pilihan yaitu mencintai pekerjaan atau mengeluh tiap hari.
 
Jika kita tidak mencintai pekerjaan, maka yang akan diperoleh hanya ”5-ng” yaitu ngeluh; ngedumel; ngegosip; ngomel; dan ngeyel. Adapun cara terbaik untuk mengatasi ”5-Ng” , lanjut Soffan, adalah dengan langsung membenahi pangkal permasalahannya, yaitu motivasi dan etos kerja. 
 
Untuk memperbaiki kemerosotan motivasi dan etos kerja tersebut perlu ditanamkan pada diri sendiri yang disebut dengan ”8 Etos Kerja Profesional”, yaitu kerja adalah rahmat; kerja adalah amanah; kerja adalah panggilan; kerja adalah aktualisasi; kerja adalah ibadah; kerja adalah seni; kerja adalah kehormatan; dan kerja adalah pelayanan. ”Jika dalam diri masing-masing karyawan tertanam 8 Etos Kerja Profesional tersebut, Insya Allah tidak ada lagi karyawan yang merosot motivasi maupun produktivitas kerjanya, yang tentunya juga akan berimbas terhadap semakin berkembang dan meningkatnya kinerja dari perusahaan” jelas Soffan.
 
Setelah pengarahan dari Direktur Produksi dan taushiyah dari KH. Soffan Nurhadi, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa kemudian dilakukan pemotongan tumpeng oleh Direktur Produksi yang diberikan kepada Kadiv. Produksi Bahan Baku, Moch. Ramli, yang kemudian diikuti dengan makan bersama.
 
Sebelumnya, Selasa (12/5), di kantor RKC III juga diadakan syukuran, karena overhaul yang direncanakan telah selesai dengan selamat dan tepat waktu. Tiada sesuatu yang patut kita haturkan selain hanya ucapan Alhamdulillah, karena pekerjaan yang dibebankan kepada kita telah terselesaikan dengan baik.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy