PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengaku pembangunan dua pabrik perseroan di Tuban dan Pangkep saat ini masing-masing mencapai 9,15 persen dan 12,3 persen. Pabrik baru di Tuban dan Tonasa itu menghabiskan investasi US$600 juta untuk infrastruktur kedua pabrik dan pembangkit listrik (power plant) di pabrik Tonasa. "Proses pembangunan dua pabrik memang cukup lama, karena masalah perizinan. Tetapi saat ini kontruksi pondasi sudah berjalan," ujar Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto di Plaza Crowne Jakarta, Kamis 29 Oktober 2009.
Pembangunan dua pabrik baru itu, menurut Dwi, akan menambah kapasitas masing-masing 2,5 juta ton per tahun. Diharapkan pada 2012, kapasitas produksi Semen Gresik menjadi 25 juta ton. Khusus di Tonasa, perseroan membangun power plant, karena kebutuhan listrik industri tidak memadai. "Semuanya dalam satu komplek pabrik," kata Dwi. Pihaknya juga sedang mengkaji pembangunan pabrik baru di Semen Padang yang akan keluar akhir tahun ini.
Menurut Dwi, dana investasi yang dibutuhkan mencapai US$350 juta termasuk untuk infrastruktur, pelabuhan serta pertambangan. "Sekarang masih dalam proses," ujarnya. Mengenai pendanaan, dia mengaku juga belum bisa menentukan. "Bisa pinjaman atau obligasi maupun keduanya," kata Dwi. Sementara itu, pangsa pasar perseroan naik dari 44 persen pada akhir 2008 menjadi 45,6 persen hingga September 2009. Kenaikan itu didukung naiknya suplai dan menurunnya permintaan. Dwi menuturkan, suplai semen gresik naik 0,2 persen, tetapi terdapat penurunan permintaan sekitar 4,9 persen. "Permintaan di Sulawesi naik di saat permintaan di pulau Jawa menurun," kata dia.