Tahun 2012, Pasar Semen Bisa Tumbuh 5 Persen

Kendati efek resesi global, terutama di Eropa, belum begitu dirasakan dampaknya pada dinamika perekonomian nasional pada tahun 2011 ini, namun efek negatif pelemahan aktifitas perekonomian global itu baru dirasakan dampaknya pada tahun 2012 mendatang.

Di sektor konstruksi, properti, dan infrastruktur pada tahun 2012 mendatang, tingkat pertumbuhannya diperkirakan tak sebagus tahun 2011. Karena itu, tingkat permintaan semen secara nasional tahun depan tak sebagus tahun 2011. "Ya mungkin tingkat pertumbuhan bisnis semen tahun 2012 mencapai 5%. Angka ini kalah tinggi dibanding tahun 2011," kata Dirut PT Semen Gresik (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto pada satu kesempatan.

Tahun 2011 kapasitas produksi Semen Gresik Group ditargetkan 20 juta ton. Tahun depan (2012), dengan selesainya 1 pabrik baru di Tuban dan 1 pabrik baru lagi antara bulan April dan Juni di Tonasa Sulsel, maka tahun depan ditargetkan produksi di atas 22 juta ton per tahun. Dengan demikian, tingkat produksi semen di bawah Bendera Semen Gresik Group tumbuh 10% sampai 12%. "Penjualan sekitar itu tumbuhnya," tambahnya.

"Sedang demand, kita perkirakan mengantisipasi krisis global yang terjadi tahun ini belum berdampak signifikan, tahun 2012 dampaknya mulai terasa. Dengan demikian, pertumbuhan tahun depan tak sebesar tahun ini. Angkanya kita perkirakan 5%. Dengan demikian, kapasitas produksi Semen Gresik sedikit memperbaiki dalam aspek market share maupun cakupan dari area penjualan. Tentunya di sini ada sedikit kemungkinan kenaikan eksport," tegas Dwi.

Asumsi yang mendasari permintaan semen di Indonesia masih terus bergerak positif melihat fakta bahwa tingkat konsumsi semen per kapita di Indonesia sangat rendah. Konsumsi semen per kapita di Indonesia sebesar 172 kilogram per tahun. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 600 kilogram lebih per kapita per tahun, Singapura hampir 1.000 kilogram per kapita per tahun, Vietnam dengan 400 kilogram per kapita per tahun, China dengan 1.200 kilogram lebih per kapita per tahun, dan Saudi Arabia dengan 1.400 per kilogram per tahun.

Secara keseluruhan dari 10 pabrikan semen besar di Indonesia, tingkat kapasitas produksinya mencapai 54,5 juta ton per tahun. Ke-10 pemain besar semen nasoional itu adalah: Semen Gresik dengan kapasitas produksi 10 juta ton per tahun, Semen Padang dengan 6,1 juta ton per tahun, Semen Tonasa dengan 4,1 juta ton per tahun, Semen Andalas dengan 1,6 juta ton per tahun, Semen Baturaja dengan 1,3 juta ton per tahun, Indocement Tunggal Prakarsa dengan 18,6 juta ton per tahun, Holcim Indonesia dengan 8,5 juta ton per tahun, Semen Bosowa dengan 3,8 juta ton per tahun, dan Semen Kupang dengan 0,5 juta ton per tahun.

Uniknya, dalam bisnis semen nasional, khususnya kompetisi keras itu terjadi antara Semen Gresik Group versus Indocement Tunggal Prakarsa. Di Pulau Jawa, kedua pemain ini bersaing sangat ketat. Untuk sementara Indocement TP leading dengan market share 40,4% dan Semen Gresik dengan 36,3%. Itu data hingga Oktober 2011 dan tingkat konsumsi semen di Pulau Jawa sepanjang tahun 2011 hingga bulan Oktober mencapai 21,9 juta ton dari total keseluruhan konsumsi semen secara nasional yang mencapai 40,7 juta ton.

"Jawa tetap menjadi pasar penting semen nasional, karena banyak proyek infrastruktur dan properti dibangun di sini," kata Sekper Semen Gresik, Sunardi Prionomurti.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy