Sejalan dengan MOU yang telah ditandatangani pada 23 Januari 2009, guna mendukung Program Pemerintah tentang Ketahanan Pangan Nasional, SG bekerjasama dengan BPPKP Kabupaten Tuban membentuk Proyek Usaha Tani tanaman pangan padi melalui kegiatan demonstrasi area agribisnis tanaman padi berteknologi Pengelolaan Pangan Terpadu (TPT). Demonstrasi ini dilakukan di atas lahan seluas 100 hektar yang meliputi wilayah 4 desa dengan melibatkan 198 petani penggarap.
Bertempat di lahan pertanian yang bersebelahan dengan area keramba ikan di bekas tambang tanah liat milik SG, pada Kamis, 2 April 2009 lalu berlangsung acara Temu Lapang Tanam Padi Perdana Program Ketahanan Pangan Nasional Kerjasama SG dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban. Acara ini dihadiri oleh Haeny Relawaty, Bupati Tuban didampingi oleh Mudjito, Ka. BPPKP Kab. Tuban, Kusno Adiwiyoto, Kadinas. Pertanian Kab. Tuban dan jajaran Muspida Kecamatan Merakurak. Sebagai tuan rumah dalam acara ini, hadir Suparni, Dir. Produksi didampingi beberapa Kadiv dan stafnya. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk peresmian dimulainya Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Tuban yang ditandai dengan penyerahan simbolis bibit padi siap tanam oleh Bupati Tuban dan Direktur Produksi SG kepada perwakilan petani penggarap. Selain itu dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan dari SG untuk Petani Program Ketahanan Pangan antara lain; Pupuk Urea 200 kg/ha; Pupuk Phonska 300 kg/ha; Benih Varietas Ciherang 45 kg/ha; 15.000 bibit pohon untuk penghijauan bagi Petani Green Belt SG di Desa Pompongan; Bibit tanaman Hortikultura untuk Petani Demplot Sistem Sorjan SG, sedangkan dari Pemkab Tuban bantuan berupa dana Unit Pengelola Farmer Managed Extention Activities (UPFMEA) sebesar Rp. 100 juta untuk 4 desa yaitu Desa Sembung Rejo, Desa Bogorejo, Desa Senori dan Desa Tahulu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada SG yang telah berperan aktif untuk membantu dan menfasilitasi pelaksanaan Program Ketahanan Pangan ini, dan bagi para petani, saya berharap agar tekun dan bersungguh-sungguh selama pelaksanaan program agar hasil panennya dapat meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” tutur bupati dalam sambutannya. Senada itu Suparni dalam sambutannya mengatakan peran serta SG dalam program ini, selain untuk mensukseskan program pemerintah demi tercapainya ketahanan /ketersediaan pangan, juga untuk mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat demi terwujudnya hubungan yang lebih baik.
Dalam acara tersebut juga berlangsung acara Temu Lapang yaitu acara Tanya Jawab Petani dengan Bupati serta jajaran di Dinas Pertanian dan Badan Penyuluhan Program Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban mengenai masalah yang sering dihadapi petani baik pengadaan benih, pengadaan pupuk, teknologi pertanian maupun pemasaran hasil panennya nanti. “Saya berharap agar antara petani dan BPPKP serta Dinas Pertanian harus selalu berkoordinasi sehingga tujuan dari program ini dapat terlaksana dengan baik dan memperoleh hasil maksimal seperti yang kita cita-citakan bersama,” pesan Haeny di akhir acara.
Selain di Tuban, SG juga mendukung Program Ketahanan Pangan di Pati dengan jenis tanaman pangan padi di lahan seluas 75 ha, sedangkan di Gunung Kidul dengan jenis tanaman pangan kedelai di lahan seluas 75 ha. semua ini adalah bentuk komitmen SG sebagai perusahaan publik yang mempunyai tanggung jawab sosial (CSR) terhadap kondisi masyarakat sekaligus mendukung dan mensukseskan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah.