Temuan Metal Detector Semen Gresik Harus Dipatenkan

Hasil temuan karya tim Seksi Pemeliharaan Instrumen I mampu menjadi daya tarik tersendiri saat berlangsungnya Pertemuan Bidang Teknik Asosiasi Semen Indonesia (ASI) dengan tema “Retrofit, Absolete – Peralatan Baru  dan Peralatan yang Tidak Dibuat Lagi, Terutama Peralatan Kontrol” yang berlangsung di ruang Pola gedung PPS pada 3 - 4 Desember 2008. Sesi temu teknik tampaknya dimanfaatkan betul oleh tim yang difasilitatori Yunus Yanuar dalam memaparkan hasil temuan yang sangat bermanfaat untuk keberlangsungan operasional khususnya pada peralatan roll coal mill dalam mencapai hasil produk yang optimal. Metal Intelligence Six (MI:6) inilah hasil karya dari tim yang beranggotakan Joni Eko dan Suparman. Di latar belakangi seringnya terjadi kerusakan pada peralatan roll coal mill yang disebabkan adanya material logam yang masuk ke dalam peralatan penggilingan yang berdampak pecahnya roll coal mill, kerusakan peralatan ini membawa akibat serius yakni terhambatnya proses produksi. Bisa dibayangkan nilai kerugian apabila peralatan vital ini rusak, tentunya nilai kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Berawal dari kejadian ini, tim dari Seksi Pemeliharaan Instrumen I terus memutar otak untuk dapat menciptakan sebuah peralatan baru yang mampu mendeteksi adanya material logam yang terbawa batu bara melalui peralatan transportasi menuju coal mill. Seperti awalnya, temuan peralatan ini terjadi karena tidak efektifnya peralatan metal detector lama yang dikarenakan sering terjadi kerusakan sehingga sampah logam yang bercampur batu bara tak mampu terdeteksi sehingga masuk ke dalam peralatan coal mill. Apa yang terjadi? Coal mill pun menjadi rusak. Diutarakan Joni Eko, prinsip kerja peralatan yang diberi nama MI:6 ini adalah dengan memanfaatkan probe motion detector yang digabungkan dengan system temperature control, sehingga hasil akhirnya bisa dimanfaatkan sebagai pendeteksi adanya benda yang berupa metal atau logam. Dari percobaan sebelumnya, ternyata sebuah probe motion akan mengenerate beberapa singnal yakni tegangan DC, dan juga perubahan resisten pada sebuah logam yang didekatkannya. “Dari percobaan ini kita putuskan untuk membuat system metal detector dengan manfaatkan keluaran tegangan DC pada probe motion,” jelasnya. Tak tanggung-tanggung hasil temuan metal detector MI:6 ini terbilang cukup sensitive, tidak hanya logam pada permukaan batu bara yang dapat diketahui, bahkan logam yang berada di bawah peralatan transport pun dapat terdeteksi. ”Metal Intelligence 6 ini tidak hanya dapat dipergunakan pada peralatan transportasi coal mill saja, tapi dapat juga dipakai pada peralatan tarnsportasi material lain yang membutuhkan deteksi logam,” ungkapnya. Karya cipta pegawai SG ini bisa dibilang luar biasa. Dari sisi kualitas bisa dibuktikan sendiri. Bisa dibayangkan dari mulai awal penggunaan hingga saat ini (3 tahun) belum pernah mengalami gangguan sama sekali. Di sisi lain, biaya pembuatannya pun cukup murah dibandingkan dengan spesifikasi peralatan aslinya. “Kami hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 16 juta untuk pembuatan peralatan ini, sementara jika dibandingkan dengan menggunakan peralatan yang lama cukup mahal mencapai Rp 82 juta,” jelasnya. Sukses besar unit kerja Pemeliharaan Instrumen I menjadi perhatian Ketua ASI Urip Timuryono. Menurutnya, hasil kerja keras dari tim SG harus diimbangi dengan mematenkan hak cipta karya intelektual. Sebab jika karya ini tidak dipatenkan dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak lain yang kemudian dipantenkan oleh pihak tersebut, sehingga hasil karya ini menjadi milik pihak lain. Karya pegawai SG akan dapat ditindaklanjuti dengan menggandeng anak perusahaan SG untuk memproduksi dan memasarkan produk ini. Terlebih dari sisi kualitas MI:6 sudah teruji dengan dipakainya peralatan ini di SG selama 3 tahun tanpa mengalami gangguan sama sekali. Senada dengan Ketua ASI, Abdul Majid, salah satu peserta dari Bosowa Maros berpendapat, penemuan MI:6 sangat bermanfaat untuk mengatasi permasalahan yang sama pada peralatan produksi khususnya di Semen Bosowa. Ia berharap penemuan metal detector MI:6 ini dapat segera diproduksi dan dipasarkan secara masal. Hasil temuan ini merupakan jawaban untuk mengatasi permasalahan masuknya material logam ke peralatan roll mill. “Kami siap menjadi pemesan dan pemakai yang pertama dalam penggunaan peralatan ini,” ujarnya.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy