Hari ini, Rabu (14/7) tepat satu bulan berlangsungnya proyek besar, tie-in. ”Cagak Songo” (sebutan untuk tim inti P2KPT, Red.) beserta tim-nya, sejak gong ditabuh pada pertengahan Juni lalu (15/6) mulai tancap gas. Bagaimana kabar tie-in Tuban yang melibatkan lebih dari 2.000 personil ini?
Siang itu, Kamis (1/7) bagian-bagian downcomer yang sudah dipotong perlahan-lahan diturunkan dari area preheater menggunakan crawler crane 450 ton, setelah lebih dari 15 tahun menjalankan tugasnya mengalirkan udara panas untuk proses produksi di Kiln. Memang, sesuai master schedule saat ini, proses demolish (pembongkaran) dan beberapa modifikasi penyesuaian sudah selesai dilakukan, tinggal erection dan trial.
“Alhamdulillah, sejauh ini progress-nya on the right track, sesuai time frame yang direncanakan,” kata Ketua Tim P2KPT Achmed Vaival Istiadi pada suatu kesempatan. Meskipun, diakuinya, ada beberapa kendala teknis. Diantaranya harus mengubah kondisi peralatan existing dengan peralatan baru, tetapi semua bisa teratasi. “Melihat opportunity dan kekuatan source di lapangan, kami bersama unit-unit yang lain berusaha untuk melakukan speed-up pelaksanaan seoptimal mungkin,” katanya.
Di bagian lain, menurut Koordinator Sub Bidang Anggaran & Schedule P2KPT Sukamto, saat ini di beberapa bagian pekerjaan (dari 6 paket pekerjaan yang berbeda) sudah mulai dilakukan pekerjaan erection (pemasangan). Tentu saja setelah sebelumnya dilakukan demolish (pembongkaran) dan penyesuaian atau adjustment di beberapa bagian. Misalnya penyesuaian pondasi peralatan, untuk kemudian dilanjutkan dengan trial. (Baca Tulisan: Update Progress Tie-In 2010).
Sebagaimana diketahui, proyek yang sekarang sedang berjalan di Kiln Tuban 1 dengan tie-in ini bertujuan untuk meningkatkan rate produksi terak dari 7.500 tpd menjadi 9.000 tpd. Ada juga beberapa aktivitas dan agenda utama yaitu di area Roller Mill dengan upgrade reclaimer 321RR1 dari kapasitas 850 t/h menjadi 1.020 t/h dengan melakukan modifikasi chain bucket, drive unit dan harrow. Kemudian modifikasi inlet dari tripple gate menjadi double gate dan penggantian main filter ID Fan 341FN6.
Sedangkan di area Kiln, agendanya adalah penggantian exit preheater ID Fan 441FN1 & 441FN2 dari 2.500 kW menjadi 3.650 kW, penggantian top cyclone & downcomer ILC & SLC, modifikasi kiln drive dari single menjadi dual drive, termasuk penggantian main gear. Penggantian main burner dengan type baru yaitu “duflex burner“, penambahan start burner di area preheater, serta pemasangan MMC (multi moveable cooler) menggantikan cooler lama.
Dilakukan juga penambahan EP cooler baru untuk menekan emisi dust menjadi 50 mg/Nm3, kemudian upgrade kapasitas clinker transport 451DB2 dengan mengganti drive unit, pemasangan pre-hopper & pulverized transport dan penggantian gas analyzer (AN) di area preheater 441AN1, AN2 dan AN3.
Banyaknya load dan agenda yang harus diselesaikan, sebagaimana disebutkan Kabid Pengendalian Bambang Tiridoso, sebelumnya, tim membagi pekerjaan menjadi beberapa paket pekerjaan berbeda. Lalu membaginya lagi menjadi beberapa tahap. Dimulai dari proses engineering, procurement, construction sampai comissioning. Pada tahap contructions ada tahapan demolish dan diakhiri dengan tahap erection.
Dari sana, imbuhnya, bisa dikendalikan apakah tahapan pekerjaan masih on schedule atau mengalami keterlambatan. ”Terutama pekerjaan yang masuk dalam critical path perlu mendapat perhatian tinggi,” katanya. Jika ada keterlambatan, tim akan men-speed up setelah sebelumnya mengevaluasi penyebabnya. Melalui upaya dan usaha di atas, harapannya tidak akan terjadi keterlambatan pada proyek prestisius ini. Mari kita doakan dan dukung bersama!