Timor Leste yang merupakan mantan salah satu Provinsi Indonesia yang kini telah berdiri sendiri, mencoba untuk membangun dirinya untuk menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa mereka benar-benar siap menjadi sebuah negara yang siap berbenah.
Seakan ingin menunjukkan keseriusannya dalam melakukan perubahan yang besar di bidang pembangunan infrastruktur, pada Rabu (7/10) Ina Varella Bradridge, Pendiri/Penasehat East Timor Coffee Academy (ETICA) berkunjung ke Semen Gresik didampingi oleh Mochamad Hilman (Presdir. Manucarae Unipesonal LDA), Ramdan Hidayat (Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Internasional UPN Surabaya), D.J Helmi Bachtiar (Purek I/ Rektor UPN Surabaya).
Rombongan diterima oleh Sasono Hananto (Kabag. Penjualan Wilayah III) dan Gathut Wicaksono (Kabag Komunikasi Pemasaran) dan M. Faiq Niyazi Kasi Hubungan Eksternal. Kunjungannya ke Semen Gresik ini dilatarbelakangi oleh kelangkaan dan mahalnya produk semen di Timor Leste serta kurang dikenalnya produk SG di sana sehingga sangat menghambat proses pembangunan. Oleh karena itu, kedatangan rombongan ingin mendapatkan penjelasan-penjelasan mengenai proses produksi, pemasaran dan pembangunan sebuah infrastruktur yang kokoh hingga penjajakan kerjasama antara Timor Leste dengan Semen Gresik.
Setelah lebih dari 2 jam berlangsung, pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Semen Gresik kepada rombongan. Sebelum meninggalkan ruangan, rombongan merasakan benar-benar yakin terhadap Semen Gresik, tidak hanya pada produknya saja tetapi juga pada keseluruhan program dan sistem manajemen yang diterapkan.