Di tahun 2007, Perseroan berhasil mencatat angka pendapatan mencapai Rp 9,6 trilyun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1,775 trilyun atau meningkat sebesar 37,0% serta EBITDA sebesar Rp 2,849 trilyun atau meningkat sebesar 27,5% dibanding tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut diperoleh sebagai hasil penerapan sinergi operasional yang intensif sehingga mampu meningkatkan kinerja Perseroan. Sinergi operasional yang dilakukan dengan memfokuskan seluruh potensi Perseroan yang dilakukan dengan memfokuskan seluruh potensi Perseroan pada empat elemen strategi operasional yaitu Revenue Management, Cost Management, Capacity Management dan Increasing Competitive Advantage membuat Perseroan membukukan kinerja yang semakin baik, yang tercermin dari peningkatan EBITDA margin sebesar 29,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 25,6%.
Selain karena hasil kerja keras seluruh komponen pegawai, direksi dan arahan dewan komisaris serta dukungan para Pemegang Saham Perseroan yang pada dalam pengambilan keputusan penting menyangkut rencana investasi turut memberikan andil dalam memajukan Perseroan, seperti dalam pemberian persetujuan pendirian pabrik baru dan pembangkit tenaga listrik.
Bertambah kuatnya fundamental Perseroan yang tercermin dengan meningkatnya kinerja financial menarik minat para investor menanamkan dananya dan menjadikan saham Perseroan sebagai pilihan investasi. Harga saham Perseroan yang meningkat tinggi membuat likuiditas saham dan frekuensi perdagangan saham Perseroan, maka dilakukan aksi korporasi berupa stock splits/pemecahan saham dengan rasio 1:10, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp 1.000 menjadi Rp 100/saham.
Konsisten dengan prinsip triple bottom line, Perseroan mengimbangi peningkatan kinerja keuangan yang gemilang tersebut dengan peningkatan program Corporate Social Responsibility (CSR). Kepedulian Perseroan terhadap permasalahan masyarakat sekitar diwujudkan dalam bentuk bidang social yang meliputi penyediaan sarana umum, keagamaan, pendidikan, bantuan bencana alam, kesehatan, olah raga, seni budaya serta bidang ekonomi dan bidang lingkungan.
STRATEGI KEUNGGULAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN KINERJA YANG BERKESINAMBUNGAN.
Penerapan kegiatan operasional yang konsisten dan fokus kepada empat strategi operasional sebagaimana disebutkan di atas disertai dengan upaya sinergi secara intensif, pada akhirnya mampu menghasilkan kinerja fundamental yang kokoh. Revenue Management berarti Perseroan memprioritaskan penjualan produk dengan harga yang reasonable dan pada pasar yang memungkinkan didapatnya harga dengan memberikan profit optimal.
Hasilnya, pendapatan yang dibukukan di tahun 2007 adalah sebesar Rp 9,601 triliun, meningkat sebeasr 10% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 8,728 triliun.
Total volume penjualan produk di tahun 2007 yang berhasil dicapai oleh Perseroan adalah sebesar 16,944 juta ton, naik sebesar 1,1% dari volume penjualan tahun 2006 yang sebesar 16,755 juta taon. Dengan volume penjualan tersebut , berarti Perseroan tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader dengan pangsa pasar sebesar 44,4%, lebih rendah dari tahun 2006 yang sebesar 46,6%.. Pemanfaatan lokasi geografis fasilitas produknya berhasil membawa Perseroan tetap dalam posisi leading di bidang industri semen. Atas kinerja pemasaran yang baik tersebut, Perseroan berhasil memperoleh penghargaan Top Brand Award versi majalah marketing bekerjasama dengan Frontier Consulting Group.
Cost Management merupakan upaya Perseroan untuk menekan kecenderungan peningkatan biaya produksi melalui berbagai program efisiensi. Upaya pengendalian biaya membuat Beban Pokok Pendapatan dan Beban usaha di tahun 2007 masing-masing sebesar Rp 5,6 triliun dan Rp 1,604 triliun dibandingkan tahun 2006 sebesar Rp 5,400 triliun dan Rp 1,548 triliun. Hasil ini membanggakan, mengingat pada saat terjadinya kenaikan biaya energi yang merupakan komponen biaya dominan dalam proses produksi, Perseroan mampu menekan kenaikan beban pokok pendapatan di bawah tingkat laju inflasi.
Beban Pokok Pendapatan adalah sebesar Rp 330.502/ton di tahun 2007 naik sebesar 2,6% dari Rp 322.181/ton ditahun 2006. Hasil upaya efisiensi tersebut sangat menggembirakan, karena peningkatan tersebut berada dibawah peningkatan pendapatan per ton.
Dari pendapatan yang berhasil dicapai, pengendalian atas biaya-biaya produksi, umum dan administrasi serta pemasaran yang telah dikeluarkan oleh Perseroan mampu meningkatkan laba usaha mencapai Rp 2,397 triliun atau meningkat 34,7% dibandingkan tahun lalu.
Pada akhirnya laba bersih yang berhasil diperoleh Perseroan di tahun 2007 mencapai angka Rp 1,775 triliun naik signifikan di atas peningkatan pendapatan, yakni sebesar 37,0% dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai Rp 1,296 triliun.
Posisi Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan di akhir tahun 2007 adalah sebesar 26:74. Hal ini menunjukkan posisi kas dan neraca yang kuat, sehingga Perseroan memiliki potensi tinggi untuk mendapatkan dana eksternal bagi keperluan ekspansi, sampai pada posisi DER yang optimal.
Keberhasilan pencapaian kinerja keuangan yang memuaskan tersebut tidak lepas dari keberhasilan menciptakan sinergi di antara anggota grup Perseroan. Di tahun 2007 Perseroan memproduksi 16,78 juta ton semen dengan tingkat utulisasi mesin sebesar 98,2%. Kapasitas produksi yang digunakan secara maksimum berarti juga mengurangi biaya per output produk yang berarti memungkinkan Perseroan menjual produk dengan harga bersaing, namun dengan margin yang optimal.
Dalam rangka penerapan strategi increasing competitive advantage, Perseroan melakukan pengembangan human capital, information capital dan organization capita.l
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Keberhasilan Perseroan meraih kinerja yang memuaskan dibidang keuangan tidak lepas dari kemampuan menjaga hubungan baik dengan komunitas social, karena iklim yang kondusif dari masyarakat sekitar lingkungan pabrik sangat diperlukan untuk mendukung lancarnya kegiatan operasional. Oleh karena itu, Perseroan memiliki komitmen yang tinggi untuk tetap selalu menjaga amanat tanggung jawab social bagi masyarakat sekitar melalui pogram Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Perseroan telah menentukan dua sasaran strategis dari pelaksanaan CSR, yaitu untuk meningkatkan pembinaan lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat. Program-program yang dimiliki Perseroan mencakup bidang sosial, ekonomi dan lingkungan.
Di bidang sosial terdiri dari program penyediaan sarana umum: jalan, penerangan, sanitasi, pavingisasi dan perbaikan fasum; program peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, program bantuan pendidikan, program bantuan bencana alam, program bantuan kesehatan, bantuan pengembangan keolahragaan dan bantuan pengembangan karya seni budaya. Hasil yang diraih di bidang budaya misalnya Paguyuban Reog binaan Perseroan selalu memperoleh prestasi Nasional dan di tahun 2007, Marching Band SG terpilih sebagai juara I sekaligus juara umum nasional pada Grand Prix ke 23. Sedangkan dalam pengembangan keolahragaan, atlit-atlit bulutangkis binaan Perseroan mampu berprestasi di tingkat Nasional.
Di bidang ekonomi, terdiri atas program pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi, dengan mengedepankan aspek kemandirian, profesional dan etika. Pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi itu diharapkan akan memacu potensi usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri, sehingga masyarakat sekitar dapat berkembang sejalan dengan perkembangan Perseroan.
Sedangkan di bidang lingkungan, terdiri dari program penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Perseroan telah melakukan kegiatan-kegiatan yang meliputi kegiatan penghijauan, bantuan pembuatan sumur, pembuatan sarana wisata air serta pembuatan real estate dan kawasan industri di daerah bekas lahan tambang. Disamping itu, Perseroan memiliki fasilitas pengelolaan air bersih (water treatment) dan penampungan air hujan berupa waduk yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan. Sedangkan komitmen penggunaan teknologi ramah lingkungan terus dikembangkan antara lain dengan penggunaan electronic precipitator (EP) dan sarana-sarana pengendalian polisi yang berteknologi terkini
KOMITMEN TERHADAP IMPLEMENTASI GCG.
Perseroan selalu berupaya menjaga kepercayaan publik melalui penerapan secara berkesinambungan terhadap azas-azas keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran yang merupakan prinsip-prinsip GCG.
Selain itu Perseroan senantiasa berupaya untuk membangun nilai-nilai dan budaya perusahaan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan suatu standard, etika dan buaya yang tertuan dalam Kode Etik Perusahaan serta Buku Budaya Perusahaan.
Sepanjang tahun 2007, Perseroan telah mendapatkan berbagai pengakuan dalam bentuk penghargaan dari pihak lembaga independen atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik dari berbagai perspektif, atnara lain:
1. Best Corporate Governance & Most Committed to A Strong Dividend Policy
2. Best BUMN Award 2007
3. Indonesia’s Best Wealth Creators
4. Program Entrepreneurship Development Centre
PROSPEK TAHUN 2008 DAN RENCANA JANGKA PANJANG
Manajemen memandang prospek usaha di tahun 2008 dengan optimisme namun dengan kewaspadaan yang tinggi (cautious optimism). Kondisi tersebut terkait dengan, pertama, latar belakang eksternal yang dimulai pada pertengahan 2007 lalu, yakni krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Berlanjutnya krisis tersebut dikhawatirkan dapat memicu krisis ekonomi di Amerika, yang pasti akan berpengaruh secara global. Kedua, agenda politik nasional yaitu berupa PEMILU tahun 2009, biasanya membawa akibat meningkatnya kewaspadaan akan instabilitas keamanan.
Perseroan menyingkapi kondisi tersebut dengan persiapan dan penajaman lebih lanjut atas implementasi empat strategi operasional yang terbukti menunjukkan hasil yang lebih baik di tahun 2007. Perseroan meyakini penajaman lebih lanjut akan mampu menjawab tantangan yang semakin meningkat di masa mendatang. Hal ini karena kebijakan jangka pendek maupun jangka panjang Perseroan selalu diarahkan pada triple bottom line, yaitu pertumbuhan keuangan, sosial dan lingkungan yang berkesinambungan (sustainable economic, social & environtment).
Untuk mengantisipasi seluruh peluang dan tantangan di masa mendatang, dalam lima tahun ke depan, Perseroan secara paralel akan menerapkan 7 strategi utama yaitu :
1. Consolidating leadership positioning, melalui program efisiensi dan sinergi.
2. Brand equity strengthening, melalui program customer value preposition dan comtetitive advantage.
3. Capacitiy & energi management, melalui proyek de-bottlenecking/optimization, proyek pembangunan pabrik baru dan pembangkit tenaga listrik.
Khusus untuk rencana membangun pabrik baru dan pembangkit tenaga listrik telah mendapat persetujuan dari Pemegang Saham. Pabrik baru direncanakan akan dibangun 2 (dua) lini produksi dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton per tahun. Sedangkan pembangkit tenaga listrik direncanakan akan dibangun dengan total kapasitas 410 MW.
4. Prodcut development, melalui program diversifikasi produk.
5. Organization capital, melalui program restrukturisasi korporasi, anak perusahaan dan lembaga afiliasi.
6. Information technology dan system management.
7. Human capital, melalui program pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Tujuan akhir dari seluruh rangkaian program-program di atas tersebut adalah tercapainya nilai tambah bagi pemangku kepentingan Perseroan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.