Triwulan I Kinerja SGG Tetap Prima

Krisis keuangan global masih menjadi faktor utama pemicu turunnya permintaan semen dalam negeri.  Selain itu sektor konstruksi secara umum kondisinya belum bangkit , dikarenakan para pengembang masih kesulitan memperoleh pembiayaan guna membangun proyek-proyek baru.  Dengan demikian para pengamat ekonomi banyak yang menilai selama tahun 2009, pasar permintaan semen nasional mengalami penurunan hingga 5,8%.
 
Namun, kita patut bersyukur, di tengah situasi pasar yang sulit, SGG pada triwulan I 2009 mampu membukukan kinerja penjualan yang prima.  Perusahaan telah mencatat kenaikan laba bersih sebesar 31,3% dibanding triwulan yang sama tahun 2008.  Sedangkan Laba usaha naik 22,9% . Selain itu selama triwulan I, pendapatan (revenue) SGG  juga meningkat 26,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008.  Sedangkankan catatan Ebitda menunjukkan kenaikan 10,5% jika dibandingkan tiga bulan pertama tahun 2008. 
 
Dirut Dwi Soetjipto menyampaikan faktor utama pendorong keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya adalah berkat  keberhasilan menekan biaya produksi dan efisiensi segala lini, diantaranya juga melalui sinergi antar Anak Perusahan, sehingga SGG mampu melakukan optimalisasi dan efisiensi biaya produksi. Peningkatan kinerja tersebut antara lain juga berkat masih konsistennya penerapan strategi revenue management dan cost management. Meskipun volume penjualan sempat turun sekitar 2 %, namun SGG optimis laba akhir tahun tetap akan melampaui tahun lalu. “Meskipun pertumbuhan permintaan menurun tipis selama kwartal I 2009, karena kelesuan sektor property, namun kita memprediksi pada akhir tahun 2009 pencapaian pendapatan bisa melampaui tahun lalu.  Artinya pencapaian pertumbuhan kinerjanya masih berkesinambungan,” ungkap Dirut.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy