Sekitar Rp 164 miliar yang diambil dari laba bersih PT Semen Gresik (Persero) Tbk terserap untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi mitra binaan Semen Gresik.
Kepala Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Korporasi Semen Gresik, Faf Adisamsul mengatakan, dana yang diberikan untuk pembinaan UKM cukup besar, khususnya di sektor kerajinan batik. "Total dana yang digulirkan sebesar Rp 164 miliar. Rasio pengembaliannya dalam hal ini non-performing loan (NPL) atau kredit macet di bawah 15 persen," katanya, Selasa (3/12/2012).
Ia menambahkan, kredit macet atau non-performing loan UKM binaan SG pada tahun lalu berkisar 15 persen. Jumlah itu lebih baik dibanding pada 2010 yang mencapai 20 persen. "Dibanding BUMN lain, NPL UKM binaan Semen Gresik lebih rendah," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Faf, korporasinya tetap melakukan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit kepada UKM mitra binaan. "Jumlah UKM mitra binaan kami saat ini mencapai 11.300 unit yang tersebar di Jatim, Jogyakarta, dan Jateng. Dari jumlah tersebut, terbanyak di Tuban yang mencapai 4.643 UKM," kata Faf.