“Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”
Kutipan ayat suci al Quran surat Al Ashr tersebut menjadi tema sentral khutbah Jumat oleh Sofyan A Djalil usai membuka Raker Perusahaan 2009 pada awal bulan ini. Selama ini kita belum tahu kalau ternyata Menneg BUMN tersebut juga “alim” dalam masalah agama. Dengan bahasa yang lugas dan disertai berbagai contoh yang aplikatif dari berbagai pengalaman hidupnya, sehingga nasehat dari kitabullah dan sunnah Rasul yang disampaikan selama 20 menit itu mudah dimengerti bagi jama’ah yang khidmat mendengarkannya.
Menurutnya dalam shalat Jumat, umat Islam bisa saling silaturahmi dan saling mengingatkan, menasehati agar menjadi muslim yang lebih baik. “Sebagai sebuah forum untuk mengingatkan agar menjadi hamba Allah yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menggaris bawahi bahwa pada ayat tersebut menegaskan, beriman saja tidak cukup, tapi harus disertai dengan amal yang saleh. “Bagaimana amal yang saleh itu?. Segala amal yang memberi manfaat bagi diri dan lingkungan. Bukan amal yang hanya bermanfaat bagi dirinya saja tapi merugikan orang lain, itu namanya amal yang salah !” tegasnya.
Begitu pula sebaliknya, bukan yang menguntungkan orang lain tapi merugikan diri sendiri, itu juga tidak dianjurkan. Selanjutnya ia juga berulang kali mengutip sebuah hadits yang kerap kita dengar. “Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya,” ujarnya mengutip sabda Rasulullah.
Kemudian Menneg memberikan berbagai contoh amal saleh, mulai dari yang sederhana seperti menyingkirkan duri di jalan agar tidak melukai orang lain. Atau kisah seorang yang ikhlas memberi air kepada seekor anjing juga termasuk sebagai amal yang saleh, bahkan amal yang kelihatanya sederhana ini mampu mengantarkan orang tersebut yang konon seorang pelacur hingga diampuni dosanya dan masuk surga.
Dari pengalamanya study di Amerika, ia pernah menjumpai sebuah perbuatan yang jarang di jumpainya di tanah air. Seorang yang akan meninggalkan apartemennya namun ia berusaha untuk memperbaiki tempat kosnya itu dengan membersihkan, mencat kembali, mengganti barang yang rusak, karpet diganti baru hingga ia menghabiskan uang dollar yang tidak sedikit, hingga tampak baik seperti keadaan semula. “Ini yang namanya sebaik-baik kamu adalah yang diharapkan kebaikanya sesuai bunyi hadits Rasulullah,” ujarnya.
Orang Islam harus ramah dengan orang lain dan memberi manfaat bagi lingkungannya. Berbuat baiklah, apapun yang bisa bermanfaat bagi orang lain. “Mari kita berupaya agar menjadi orang yang lebih baik,” himbaunya lagi. Diakhir khutbahnya ia menyitir bunyi hadits yang menyatakan orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, namun orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang rugi dan orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yang bangkrut.