STRUKTUR DAN IMPLEMENTASI

STRUKTUR DAN IMPLEMENTASI GCG

STRUKTUR GCG

Perseroan telah membentuk struktur organisasi yang memadai dan efektif  dalam implementasi GCG agar proses penerapan GCG dapat berjalan dengan efektif dan optimal melalui fungsi pengarahan, pengawasan, pengendalian dan pemantauan. Pada jajaran Dewan Komisaris telah dibentuk komite-komite fungsional untuk memberdayakan fungsi kepengawasan, yag terdiri dari Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Strategi Manajemen Risiko dan Investasi (SMRI).  Demikian pula di jajaran Direksi telah dibentuk unit kerja yang mengendalikan, mengawal dan bertanggung jawab atas implementasi GCG dan juga bertugas sebagai mitra kerja dari komite-komite di bawah Dewan Komisaris, sebagaimana tampak pada gambar berikut:

Gambar Struktur Organisasi Pengelola GCG

Terdapat keterkaitan erat antar unit kerja pengelola GCG di perusahaan, yaitu Sekretaris Perusahaan selaku penanggung jawab Board Governance (fungsi komunikasi dan koordinasi dengan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Dewan Komisaris), Departemen Hukum & GRC (fungsi operational governance, penyusunan kebijakan, dan kepatuhan), Departemen Corporate Social responsibility,  dan Internal Audit.

GRC TERPADU (INTEGRATED GRC)

Perseroan telah mengembangkan praktik pengelolaan perusahaan secara profesional dan bertanggung jawab melalui penerapan GCG, Manajemen Risiko, dan Manajemen Kepatuhan secara terpadu. Perseroan menerapkan GRC Terpadu sebagai wujud komitmen terhadap pengelolaan perusahaan secara profesional dan bertanggung jawab dan menjadi dasar dalam pengembangan sistem, struktur dan infrastruktur GRC yang berlaku bagi Semen Indonesia Group dan Anak Perusahaan. Dengan GRC Terpadu, pengelolaan fungsi-fungsi pengawasan (assurance functions) dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Berikut adalah Framework GRC Terpadu:

IMPLEMENTASI

Melalui komitmen yang tinggi dan konsistensi terhadap penerapan GCG, Perseroan meyakini dapat mencegah terjadinya praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta meningkatkan fungsi pengawasan dalam pengelolaan Perseroan. Konsistensi penerapan GCG juga meningkatkan kinerja usaha dan pertumbuhan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Komitmen manajemen atas kepatuhan terhadap GCG terdiri dari beberapa kebijakan dan ketentuan terkait diantaranya:

  1. Direksi dan Dewan Komsiaris mempelopori pelaksanaan penanda-tanganan Pernyataan Kepatuhan Etika, Pernyataan Benturan kepentingan dan Pernyataan Kepemilikan Saham Perusahaan untuk memenuhi ketentuan yang diwajibkan dalam Pedoman Etika Perusahaan. Pernyataan Surat Kepatuhan Etika ditanda-tangani oleh seluruh karyawan. Kepatuhan seluruh jajaran Perseroan terhadap Pedoman Etika yang mengatur tata-cara dan etika berbisnis dan berinteraksi dengan pihak internal maupun eksternal merupakan salah satu bentuk komitmen seluruh elemen perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG.
  2. Penetapan KPI terkait implementasi GCG, yaitu menjadikan implementasi GCG sebagai salah satu KPI utama Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Kontrak Manajemen. KPI terkait GCG antara lain adalah nilai index GCG, assessment Risk Maturity Level, Anual Report Award (ARA), kepatuhan operasional produksi (PROPER Lingkungan, Audit SNI, Audit Laporan Keuangan, survey kepuasan pelanggan, survey kepuasan karyawan, dll).
  3. Pengalokasian anggaran tahunan secara memadai untuk implementasi GCG, antara lain untuk program peningkatan kompetensi para pihak yang terlibat dalam penerapan GCG (Direksi, Dewan Komisaris, Komite Dewan Komisaris, fungsi assurance, manajemen risiko, kepatuhan, quality control, internal audit dan pemilik proses bisnis) dan pengembangan sistem teknologi terkait penerapan GCG.
  4. Pengelolaan pengendalian internal perusahaan, pencapaian target, merancang kebijakan prosedur dan pengendalian pengungkapan, dokumentasi, pelaporan, dan menyediakan pernyataan tertulis mengenai hasil efektivitas Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) dan hasil self assessment yang dilakukan secara periodik.